Cari Blog Ini

Sabtu, 02 November 2013

Ikat Janji Kasih dan Makna Darah


Suatu Ikat Janji (Inggris : Covenant), selanjutnya disebut sebagaimana diterjemahkan dalam Alkitab sebagai Perjanjian, dapat dilihat sebagai suatu persetujuan khusus yang didasarkan atas suatu hubungan antara dua pihak dengan beberapa persyaratan yang bisa berbeda oleh yang satu terhadap yang lainnya. Suatu perjanjian berlaku seumur hidup dan harus dimeteraikan dengan darah.

Ada banyak perjanjian dalam Alkitab. Marilah kita mempertimbangkan 3 perjanjian penting, yang pertama, perjanjian antara TUHAN dengan Abraham. Kejadian 17 : 3 - 5 — “ Lalu sujudlah Abram, dan ALLAH berfirman kepadanya : “Dari pihak-KU, inilah perjanjian-KU dengan engkau : Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah KU-tetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa." Bacalah seluruh pasal itu agar lebih jelas dan diberkati. Setelah kejadian itu, Abraham memenuhi salah satu persyaratan yang TUHAN tuntut dengan korban darah melalui sunat terhadap semua laki-laki dalam kelompoknya, termasuk dirinya sendiri.

Perjanjian yang kedua untuk direnungkan adalah perjanjian antara TUHAN dengan Israel di padang gurun, dimana TUHAN memberikan Taurat dan ke-10 Perintah kepada Musa. Keluaran 24 : 7 - 8 — “ Diambilnyalah kitab perjanjian itu, lalu dibacakannya dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata: "Segala firman TUHAN akan kami lakukan dan akan kami dengarkan." Kemudian Musa mengambil darah itu dan menyiramkannya pada bangsa itu serta berkata: "Inilah darah perjanjian yang diadakan TUHAN dengan kamu, berdasarkan segala firman ini."

Perjanjian ini adalah yang ‘pertama’ bagi Israel, yang saat ini disebut sebagai Perjanjian Lama di dalam Alkitab. TUHAN ingin kita berhubungan dengan-NYA melalui iman akan kasih karunia-NYA, sebagaimana Abraham. “Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Kejadian 15 : 6

TUHAN tidak pernah memaksudkan kita berhubungan dengan DIA melalui hukum, namun hukum itu harus diberikan karena, dalam ketegar-tengkukan mereka, Israel telah menolak tawaran keintiman dari TUHAN di Gunung Sinai. Keluaran 20 : 18 - 21 — “ Seluruh bangsa itu menyaksikan guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, sangkakala berbunyi dan gunung berasap. Maka bangsa itu takut dan gemetar dan mereka berdiri jauh-jauh. Mereka berkata kepada Musa: "Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah ALLAH berbicara dengan kami, nanti kami mati." Tetapi Musa berkata kepada bangsa itu: "Janganlah takut, sebab ALLAH telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dengan maksud supaya takut akan DIA ada padamu, agar kamu jangan berbuat dosa." Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana ALLAH ada."

“Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua. Sebab Ia menegor mereka ketika Ia berkata: "Sesungguhnya, akan datang waktunya," demikianlah firman TUHAN," AKU akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah KU-adakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu AKU memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-KU, dan AKU menolak mereka," demikian firman TUHAN." Ibrani 8 : 7 - 9

Perjanjian ketiga untuk direnungkan adalah Perjanjian Baru di dalam mana kita hidup sekarang ini !!! “Sebab inilah darah-KU, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa." Matius 26 : 28

Ketika TUHAN YESUS KRISTUS mati di kayu salib, tirai Bait Suci (Tabernakel) terbelah dua dari atas ke bawah, yang berarti bahwa itu dirobek oleh TUHAN sendiri.

Tabernakel menggambarkan 3 tingkat kasih atau keintiman :

1. Pelataran menyatakan agape, kasih yang tak bersyarat, yang tersedia bagi setiap orang yang mau menerima kasih, keselamatan dan berkat-berkat dari TUHAN.

2. Ruang Kudus menyatakan philia, suatu hubungan kasih yang lebih intim yang ada di antara saudara-saudara dan/atau sahabat dekat.

3. Ruang Maha Kudus menyatakan eros, hubungan kasih yang paling intim yang bisa dimiliki oleh seseorang dengan pasangannya di dalam pernikahan, suatu hubungan yang bersifat privat-personal. Dalam Efesus 5, Rasul Paulus berbicara mengenai suatu misteri. Dia sedang membicarakan mengenai bagaimana seharusnya hubungan suami dengan istri, dan ia menghubungkannya dengan YESUS KRISTUS dan gereja.

Suatu pernikahan adalah suatu ikat janji. Dalam rancangan TUHAN yang mengagumkan, pada hubungan intim mereka yang pertama, tirai keperawanan akan disobek dan darah akan tumpah. Betapa jauh lebih bermakna daripada itu, bukannya sang Mempelai Wanita (Israel rohani dan jasmani), melainkan TUHAN YESUS KRISTUS sang MEMPELAI PRIA-lah yang telah menumpahkan darah-NYA dan merobek tirai Tabernakel, yaitu tubuh-NYA sendiri, agar sekarang kita bisa masuk ke hadapan takhta kasih karunia TUHAN untuk memiliki keintiman dengan-NYA !!!

Inilah panggilan tertinggi untuk Sang Mempelai Wanita !!!
TUHAN YESUS KRISTUS telah mencurahkan darah-NYA bagi kita bukan hanya agar kita nanti bisa masuk ke dalam Sorga, namun agar kita memiliki suatu hubungan kasih yang telah dipulihkan dengan DIA saat ini juga di dunia ini. Ketika kita meresponi dalam iman sebagaimana yang Abraham lakukan, setiap hati kita akan disunat oleh ROH KUDUS, dan kita dapat selalu memiliki keintiman terdahsyat bersama TUHAN kita YESUS KRISTUS !!!

Ini adalah kasih karunia terbesar, khususnya di akhir zaman ini !!!
Maukah engkau meresponinya ?


TUHAN YESUS Memberkati

Now HIS GOD Generating People are Walking With His


" Generating GOD HIS People who walk with Him , like Enoch - For Natural and Supernatural Being In Love With Heaven . "
Joel 2 : 28 - "And it shall come , that I will pour out my spirit upon all flesh , your sons of men and women will prophesy, your people are going to get old dreams , your young men for going got visions . "
In my prayer recently , I asked the Lord , " What does the Lord 's son ? " And the Lord replied , " Enoch . " Then I started to learn the life story of Enoch , and although not a lot of things that are told about in the Bible , it is quite naturally encourages us to be supernatural . As Christians , we should not separate who we are from what we do - we are the children of GOD ; whatever we do in life should flow from this place . We called the temple HIS HOLY SPIRIT ; glory of GOD is our carrier .
On the cross , the Lord Jesus last words were , " ... it is finished" ( John 19 : 30 ) . In Greek , the phrase literally means paid in full . Paid off is a term used in the world economy at the time of Christ . Christianity was never meant to be an event , but as a lifestyle . When we look at the life of Enoch with new eyes , we will understand more clearly our duty in this world : walking with the Lord as His children .
• What Is Walking With God and How We Can Do It
One of the things mentioned in the Bible about Enoch is that he " ... hanging out with GOD ... " ( Genesis 5:24 ) . I believe Enoch was the biggest effort to get along with the Most High . Communion with GOD is the greatest passion . It is very proportional to the state of many people today . Success in the Kingdom is not determined by how famous we are on earth . I 've heard Bill Johnson , Pastor Bethel Church in Redding , California , said , " We are known in Heaven and feared in Hell . " Friendship with God - that is hanging out with HIM - is important in these last days . How well do we know the Lord should be the quest of every believer . Our identity should never be determined on what we do in life , or even what we do for the Lord . Our identity must emerge from our relationship with our FATHER GOD .
• " And Enoch walked with GOD , then he does not exist anymore , because he had been appointed by GOD . " - Genesis 5 : 24
Associate the word in Hebrew is halak , which meant walking up and down . The sense is that Enoch had repeatedly visited Heaven . Now we are in the season where the door Revelation 4 : 1 - " After these things I looked, and behold, a door opened in heaven and the first voice which I had heard , said to me like a trumpet , saying, Come up hither, and I will show you what must happen after this . " has been opened and the invitation still remains the same , " ... come up here . " this statement is very controversial , but now the LORD raised up a people who live in the reality that Heaven is their home now . would be no revelation that we received as David once said , " I am a stranger in the world ... " ( Psalm 119 : 19 ) .
In faith they all died as those who did not receive what was promised , but only from a distance saw and waved to him and who acknowledged that they were strangers and pilgrims on the earth . For they that say such states , that they are longing for a homeland . And if if only in that they will remember the land of origin , they have left , then they simply have the opportunity to go there . But now they desire a better country that is a heavenly one . So GOD is not ashamed to be called their GOD , for he has prepared a city for them . " - Hebrews 11 : 13-16
When the reality of eternity touches our hearts , we will not hold on to things whilst longer . GOD has now raised a bunch of people who have heart Enoch . Walking with God in the supernatural , fell in love with Heaven so that the Lord said , "Because you like to be here , why do not you just stay here ? "
In the midst of our busy , the Bible says " Be still and know that I am the one GOD . " ( Psalm 46:11 ) . I invite you to learn to find stillness in any environment . I find the need to have moments of silence are valuable , both in the middle of a busy activity , or a crowd of people . In doing this , I am not being able to reach out to the Lord who is on the go , but to GOD the FATHER and MY best friend who dwells in Me . A real relationship with the Lord inspire those around us , not just with the doctrine , but with our passion .
• " After Enoch lived 65 years , he begat Methuselah . " - Genesis 5:21
From this verse we see that Enoch had a son , so we can assume that he has a wife . In the book of Jude we read that he was a prophet ( Jude 1 : 14 ) . Enoch was not hiding in a cave . He has a responsibility as a father and husband , yet he still was able to have time to hang out with her ​​Lord . Enoch became an exemplary life in prayer lifestyle and divine things , not just hear the Spirit in a Christian environment alone , but hanging out in the Spirit - in an attitude of constant prayer with one ear leads to Heaven ..
Isaiah 50 says that the Lord sharpen our ears every morning . Constant communion with GOD the FATHER is possible , and it is desired by GOD the FATHER . But often we say , " I do not have time . " It is the Lord wants from us is our time ! ! ! In Revelation 3 : 18 - "then I beseech thee , that thou mayest buy from Me gold in a purified in the fire , that you may become rich , and white garments , that you may wear it , so do not look shameful nakedness , and oil again to lubricate your eyes , so that you can see . '
The Lord Jesus said to His purchase of gold that has been purified in the fire . Interestingly , the Lord Jesus said to buy from HIS . Then the question , " What is the price of gold ? " A friend of mine asked this to the Lord and He answered , " Worth your life , but now I want your time . " According to Matthew 6:6 , it is important to go to a special place to have time alone with the Lord .
Smith Wigglesworth said , " I do not pray > 15 minutes , but I did not step > 15 minutes without praying . " When the sense of being more than just a prayer fellowship with God - GOD FATHER and our friend - pray never again become our duty as Christians , but rather a privilege and the deepest desires of our hearts . Modern technology is good , but can be a nuisance for the simplicity of devotion to GOD .
• We Must Be Willing to Allow the Holy Spirit Separates Us
Finally, Enoch means dedicated or devoted . If we want to hang out with God like Enoch , we must be willing to allow the Holy Spirit to separate us . I recently had a dream in which a man whom I knew as a prophetic voice voice asked , "Do you want to know the key trip ? " He said , "Who shall ascend into the hill of the LORD ? " With my spirit immediately replied , " He that hath clean hands and a pure heart . "
Then he looked at me and said , " In quietness and silence . " When we calm ourselves before the Lord and wait for His presence , His Holy Spirit will begin to release the original nature of HIS into us . Holiness is not a bad word . Holiness is to be like Christ . Holiness is not talking about what you do and do not do - or set of rules . Outside of our relationship with Christ , we will begin to learn what she likes and hates HIS ; ago we chose for love and do stuff like that IA .
When we learn to dwell in God 's presence , His glory will begin to stay on top of us . The leaders in Jerusalem, Peter and John considers ordinary people who are not educated , but when they heard them speak - they know that the two of them are followers of the Lord Jesus Christ .Acts 4 : 13 - " When the trial that saw the boldness of Peter and John and knew that both ordinary people who are not educated , they marveled , and they get to know them as followers of Jesus . "
When spending time with JESUS ​​CHRIST , His presence is with us . The angels love God 's presence , and if you are a carrier of His glory , they will surround you . Those who associate with the Lord to change the atmosphere wherever they go , just by their presence alone .
Charles Finney had entered a factory and the workers collapsed and cried out , " What must we do to be saved ? " Reality presence and glory of the Lord is now released for the Church . Our eyes are now open to see how the glory of the Lord who dwells inside us affects the world around us .
"To those GOD would tell me , how rich and glorious secret among the Gentiles , namely : Christ is in the middle -

Kini ALLAH Membangkitkan Umat-NYA yang Berjalan Bersama-NYA



Kini ALLAH Membangkitkan Umat-NYA yang Berjalan Bersama-NYA


“ALLAH Membangkitkan Umat-NYA yang Berjalan Bersama-NYA, Seperti Henokh – Untuk Secara Alami Menjadi Supranatural dan Jatuh Cinta Dengan Surga.”

Yoel 2 : 28 — “ Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa AKU akan mencurahkan ROH-KU ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.”

Dalam doa saya baru-baru ini, saya bertanya pada TUHAN, “Seperti apakah anak TUHAN itu?” Dan TUHAN menjawab, “Henokh.” Lalu saya mulai mempelajari kisah hidup Henokh, dan meski tidak banyak hal yang diceritakan tentangnya dalam Alkitab, hal ini cukup mendorong kita untuk secara alami menjadi supranatural. Sebagai orang Kristen, kita tidak seharusnya memisahkan siapa kita sebenarnya dari apa yang kita kerjakan – kita adalah anak-anak ALLAH; apapun yang kita lakukan dalam hidup seharusnya mengalir dari tempat ini. Kita disebut bait suci-NYA ROH KUDUS; kitalah pembawa kemuliaan ALLAH.

Di kayu salib, perkataan terakhir TUHAN YESUS adalah, “…sudah selesai” (Yohanes 19 : 30). Di Yunani, secara harfiah frase ini berarti dibayar lunas. Dibayar lunas adalah istilah yang dipakai di dunia ekonomi pada jaman KRISTUS. Kekristenan tidak pernah dimaksudkan sebagai suatu peristiwa, melainkan sebagai suatu gaya hidup. Saat kita melihat kehidupan Henokh dengan mata yang baru, kita akan memahami dengan lebih jelas tugas kita di dunia ini : berjalan bersama TUHAN sebagai anak-anak-NYA.

• Apa Artinya Berjalan Bersama TUHAN dan Bagaimana Kita Dapat Melakukannya

Salah satu hal yang disebutkan tentang Henokh dalam Alkitab adalah bahwa ia “…bergaul dengan ALLAH…” (Kejadian 5:24). Saya yakin usaha terbesar Henokh adalah untuk bergaul dengan Sang Maha Tinggi. Persekutuan dengan ALLAH adalah gairah terbesarnya. Hal ini sangat terbalik dengan keadaan banyak orang di masa kini. Keberhasilan dalam Kerajaan tidak ditentukan dengan seberapa terkenalnya kita di bumi. Saya pernah mendengar Bill Johnson, Pastor Bethel Church di Redding, California, berkata, “Kita dikenal di Surga dan ditakuti di neraka.” Persahabatan dengan TUHAN – yaitu bergaul dengan-NYA – adalah hal yang penting di akhir jaman ini. Seberapa baik kita mengenal TUHAN harus menjadi pencarian setiap orang percaya. Identitas kita seharusnya tidak pernah ditentukan atas apa yang kita lakukan dalam hidup, atau bahkan apa yang kita lakukan bagi TUHAN. Identitas kita harus muncul dari hubungan kita dengan ALLAH BAPA kita.

• “Dan Henokh hidup bergaul dengan ALLAH, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh ALLAH.” – Kejadian 5 : 24

Kata bergaul dalam bahasa Ibrani adalah halak, yang berarti berjalan naik turun. Pengertiannya adalah bahwa Henokh telah berulang-kali mengunjungi Surga. Kini kita berada di musim dimana pintu Wahyu 4 : 1 — “ Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini." telah dibuka dan undangannya masih tetap sama, “…Naiklah kemari.” Pernyataan ini sangat kontroversial, namun kini TUHAN membangkitkan umat yang hidup di dalam realita bahwa Surga kini adalah rumah mereka. Akan ada pewahyuan yang kita terima seperti yang Daud pernah katakan, “Aku ini orang asing di dunia…” (Mazmur 119 : 19).

Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini. Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air. Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ. Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu ALLAH tidak malu disebut ALLAH mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.” – Ibrani 11 : 13 - 16

Saat realita kekekalan menyentuh hati kita, kita takkan berpegang pada hal-hal yang sementara lagi. ALLAH kini membangkitkan sekumpulan orang yang memiliki hati Henokh. Berjalan bersama TUHAN dalam hal supranatural, jatuh cinta kepada Surga sehingga TUHAN berkata, “Karena engkau suka berada di sini, mengapa engkau tak tinggal saja disini?”

Di tengah kesibukan kita, Alkitab berkata “Diamlah dan ketahuilah, bahwa AKU-lah ALLAH.” (Mazmur 46:11). Saya mengajak anda untuk belajar menemukan keheningan di lingkungan apa saja. Saya mendapati perlunya memiliki momen-momen keheningan yang berharga, baik di tengah kegiatan yang sibuk, atau kerumunan orang. Dalam melakukan hal ini, saya tidak sedang menjangkau TUHAN yang bisa berada di mana saja, namun kepada ALLAH BAPA dan Sahabat-KU yang berdiam di dalam-KU. Suatu hubungan yang sejati dengan TUHAN menginspirasi orang-orang di sekitar kita; bukan sekedar dengan doktrin, namun dengan gairah kita.

• “Setelah Henokh hidup 65 tahun, Ia memperanakkan Metusalah.” – Kejadian 5:21

Dari ayat ini kita melihat bahwa Henokh memiliki anak, sehingga kita bisa menganggap bahwa ia memiliki isteri. Dalam kitab Yudas kita membaca bahwa ia adalah seorang nabi (Yudas 1 : 14). Henokh tidak bersembunyi di dalam gua. Ia memiliki tanggung jawab sebagai seorang ayah dan suami, namun demikian ia tetap mampu memiliki waktu untuk bergaul bersama TUHAN-nya. Kehidupan Henokh menjadi teladan dalam gaya hidup berdoa dan hal-hal yang ilahi, bukan sekedar mendengar Roh dalam lingkungan Kristen saja, namun bergaul di dalam Roh – dalam suatu sikap doa yang terus-menerus dengan satu telinga mengarah ke Surga..

Yesaya 50 berkata bahwa TUHAN mempertajam telinga kita setiap pagi. Persekutuan yang terus-menerus dengan ALLAH BAPA adalah mungkin, dan hal ini diinginkan oleh ALLAH BAPA. Tapi sering kita berkata, “Saya tidak punya waktu.” Hal yang TUHAN inginkan dari kita adalah waktu kita !!! Dalam Wahyu 3 : 18 — “ maka AKU menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-KU emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.'

TUHAN YESUS berkata untuk membeli dari-NYA emas yang telah dimurnikan dalam api. Menariknya, TUHAN YESUS berkata untuk membeli dari-NYA. Lalu pertanyaannya, “Berapakah harga emas tersebut?” Seorang teman saya menanyakan hal ini kepada TUHAN dan IA menjawab, “Seharga hidupmu, namun saat ini AKU menginginkan waktumu.” Menurut Matius 6:6, sangatlah penting untuk pergi ke suatu tempat tersendiri untuk memiliki waktu sendirian bersama TUHAN.

Smith Wigglesworth berkata, “Saya tidak berdoa >15 menit, namun saya tidak melangkah >15 menit tanpa berdoa.” Ketika pengertian akan doa menjadi lebih dari sekedar persekutuan dengan TUHAN – ALLAH BAPA dan Sahabat kita – berdoa takkan lagi menjadi tugas kita sebagai orang Kristen, melainkan sebuah hak istimewa dan keinginan terdalam dari hati kita. Teknologi modern baik, namun dapat menjadi gangguan bagi kesederhanaan pengabdian kita kepada ALLAH.

• Kita Harus Bersedia Mengijinkan ROH KUDUS untuk Memisahkan Kita

Terakhir, Henokh berarti dipersembahkan atau dikhususkan. Jika kita ingin bergaul dengan TUHAN seperti Henokh, kita harus bersedia mengijinkan ROH KUDUS utk memisahkan kita. Baru-baru ini saya bermimpi dimana seorang pria yang saya kenal sebagai suara suara profetik bertanya, “Apakah engkau ingin mengetahui kunci lawatan?” Katanya, “Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN?” Dengan segera roh saya menjawab, “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya.”

Lalu pria itu menatap saya dan berkata, “Dalam ketenangan dan keheningan.” Saat kita menenangkan diri kita di hadapan TUHAN dan menantikan kehadiran-NYA, ROH KUDUS-NYA akan mulai melepaskan sifat asli-NYA ke dalam diri kita. Kekudusan bukanlah sebuah kata yang buruk. Kekudusan adalah menjadi seperti KRISTUS. Kekudusan bukan berbicara tentang apa yang anda lakukan dan tidak lakukan – ataupun sekumpulan aturan. Di luar dari hubungan kita dengan KRISTUS, kita akan mulai mempelajari apa yang disukai dan dibenci-NYA; lalu kita memilih karena kasih dan melakukan hal-hal yang IA sukai.

Saat kita belajar berdiam di dalam hadirat TUHAN, kemuliaan-NYA akan mulai tinggal di atas kita. Para pemimpin di Yerusalem menganggap Petrus dan Yohanes orang biasa yang tidak terpelajar, namun ketika mereka mendengar keduanya berbicara – mereka tahu bahwa kedua orang itu adalah pengikut TUHAN YESUS KRISTUS.
Kisah Para Rasul 4 : 13 — “ Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut YESUS."

Ketika menghabiskan waktu bersama YESUS KRISTUS, hadirat-NYA menyertai kita. Para malaikat menyukai hadirat TUHAN, dan jika anda adalah seorang pembawa kemuliaan-NYA, mereka pun akan mengelilingi anda. Mereka yang bergaul dengan TUHAN mengubah atmosfir kemana pun mereka pergi, hanya dengan kehadiran mereka saja.

Charles Finney pernah memasuki suatu pabrik dan para pekerja rebah dan berseru, “Apa yang harus kami lakukan agar dapat diselamatkan?” Realita kehadiran dan kemuliaan TUHAN kini dilepaskan bagi Gereja. Mata kita kini terbuka untuk melihat bagaimana cahaya kemuliaan TUHAN yang berdiam atas kita mempengaruhi dunia di sekitar kita.

“Kepada mereka ALLAH mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: KRISTUS ada di tengah-

Beware Tongue



James 3 : 5 - " Likewise the tongue , although a small member of the body , but it can boast of great matters . Look , no matter how small the fire , it can burn a big forest . "
Everyone wants peace , but a little practice . Violence continues to occur even in the name of the Lord in order that they think is good . In other words , there are those who dream of creating peace through violence instead . So be it , each person has his own way .
But we realize that the greatest damage is often not through acts of extreme violence but rather through a small organ of our body parts , namely the tongue . And what's worse , the beginning is often the problem is not severe , but through small frictions should be easily appeased .
Like a flame of fire that start small , it can be quickly extinguished . But when the fire silenced then he will continue to grow and burn more. When the fire was so big , so the fire can destroy and cause little damage . Not only for one person but may involve a nation even its excesses can be long to penetrate boundaries .
The Bible clearly warned about the potential dangers posed by the tongue is relatively small compared to the size of our body and connect it to pull the fire that burns . James said : " Likewise the tongue , although a small member of the body , but it can boast of great matters . Behold how small a fire , it can burn a big forest . " James 3 : 5
It is an analogy that really appropriate , because the effect or impact damage can be just as severe as major fires . Spark was very small and did not we think is dangerous . If you light a match , the fire would not harm at all .
But what would happen if we started to bring it to the skin ?Or what if we put a fire that burned a little part of the forest and left for some time ?
The impact can be severe and even fatal . Can eliminate the lives of people , if not to life , to fix it could require annual , decades , or it may never be able to be returned to its original condition .
James continues: " And the tongue is a fire , and he is an evil world and take its place among the members of our bodies as something that could tarnish the entire body and the wheels turning our lives , while he himself ignited by the fire of hell . All kinds of wild animals , birds - birds , and beasts , and creeping sea creatures can be tamed and has been tamed by the human nature , but no one in power to tame the tongue : it is something wild , that is not possessed , and full of deadly poison . " James 3 : 6-8
If James highlight of savagery tongue , which is so difficult to tame , not overwhelmed and full of toxins , as that is exactly . We have too often seen the destruction of human relations , inter- ethnic country even coming from the tongue unbridled ferocity , the same as the fire that burns and destroys .
Ironically , the tongue can actually be used to praise the Lord , but this same tongue can be a destructive weapon more powerful than guns termuktahir today . " With the tongue we praise our Lord and Father , and with it we curse men, who are created in the image of GOD , of the same mouth come blessing and a curse . It is , brothers and sisters, this ought not to be . " James 3 : 9-10
Every moment we are dealing with so many people with behavior , doings and their own style , even among family or loved ones . Friction can occur anytime and disputes can arise . As I mentioned earlier , the cause is usually not a big problem but it starts from the things small or trivial , but then expanded so that in the end it is difficult to control.
That is why we are encouraged to be patient and able to help myself , do not be persuaded or influenced by emotional moment that in the end we regret too but had already destroyed many things . Destroyed family relationships , friendships , neighborly relations , human relations , and if this happens , do not ever again expect no peace on earth .
Satan will try to destroy people , and usually it is done by attacking the family of the smallest cell . Of the destruction of the family , all demonic dreams can be realized , and when that happens , then we will personally bear the great loss . There is no place for hatred revenge especially in Christianity . We were always asked to love , understand and apply how the infinite love of Christ was to be applied in our daily lives .
Is the guilty person would admit fault or not , we are asked to be pardoned . Saith the LORD says : " Do not judge , then you also will not be judged . And do not punish , then you also will not be condemned ; forgive , and ye shall be forgiven . " Luke 6 : 37
If we apply it , then we can expect to see further growth of peace in this world . Unfortunately, we often use the law of cause and effect as a justification for the hostility between us with others . We think that by releasing emotions through words that we can be more calm . But it often happens , the tongue is not maintained will continue to burn so that at some point no longer be extinguished .
That is why the Lord says : " As far as possible the , if it depends on you , live at peace with everyone ! " Romans 12 : 18
This is important because we often forget that the decision for peace or conflict is often not dependent on the person , but it comes from ourselves. Maybe it's other people who start , but it is not a decision to forgive or not it comes from ourselves? What should we watch is to have love in us , and there is a small element that should we watch and pay attention because it often escapes our attention , namely the tongue .
Tongue was only a small part of the whole body . Compare with our body , the tongue is not nothing . but the destruction that can be caused by the tongue can be so severe unmarked . Not only destroying ourselves , but it can have an impact far greater than that. Others even future survival of human life can widely over just because uncontrolled tongue .
History records many events that change people's lives into disarray , which takes tens or even hundreds of years to recover from damage that began with the tongue . For that we need to submit our tongues into the hands of the Lord , fill our hearts as a source of life to the Lord and to live real love in us . The ability of humans will not be able to master the tongue , but we can learn to rely on God in control .
A message that is important may well also be appointed in response to the savagery of the tongue . "Hi , my dear brothers , take note of this : Everyone should be quick to listen , slow to speak and slow to anger . " James 1 : 19
Do not rush to throw the words , especially in a state that easily ignited emotions . Do not get emotional moment that came out through his words into something that we regret later , which may be too late to repair.
A " human anger does not teach the truth in the presence of GOD . " James 1 : 20 , Because of the impact could be very severe where the tongue is usually spearheading represent this anger . Besides, the role of the tongue as a product exit anger also showed that although small , the organ we have really good guard .
Therefore , let us be alert to hair-splitting everything that comes out of our mouths . There must be no curse in the form of anything that comes out of our mouths , our tongues not to apply force so free future wild and kill many people .
What good is using the tongue to praise and worship the Lord , and also used to bless others . That is the main purpose for the human tongue LORD than to feel . God can use our tongues to be salt and light to the world , then redeeming it in accordance with His will . Unmarked tongue can destroy , then watch out carefully, AMIN .

Bless the LORD JESUS

Waspadai Lidah



Yakobus 3 : 5 — “ Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.”

Semua orang ingin damai, tapi sedikit yang mempraktekkan. Kekerasan terus terjadi bahkan yang mengatas-namakan TUHAN dengan tujuan yang mereka anggap baik. Dengan kata lain, ada orang-orang yang bermimpi untuk menciptakan perdamaian justru lewat jalan kekerasan. So be it, masing-masing orang punya caranya sendiri.

Tapi sadarkah kita bahwa kerusakan terbesar seringkali bukan lewat tindakan-tindakan kekerasan yang ekstrim tapi justru lewat organ kecil bagian tubuh kita yaitu lidah. Dan yang lebih parah, awal persoalan seringkali bukan hal yang berat, tapi lewat gesekan-gesekan kecil yang seharusnya mudah diredakan.

Bagaikan nyala api yang mulainya kecil, itu bisa cepat dipadamkan. Tetapi ketika api didiamkan maka ia akan terus membesar dan membakar lebih banyak lagi. Ketika api sudah sedemikian besar, maka api bisa menghancurkan dan menimbulkan kerusakan yang tidak sedikit. Bukan saja bagi satu orang tapi bisa menyangkut sebuah bangsa bahkan eksesnya bisa panjang hingga menembus batas-batas wilayah.

Alkitab mengingatkan dengan jelas mengenai potensi bahaya yang bisa ditimbulkan oleh lidah yang ukurannya relatif kecil dibanding tubuh kita dan menariknya menghubungkannya dengan api yang membakar. Yakobus mengatakan: "Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar." Yakobus 3 : 5

Ini adalah sebuah analogi yang sungguh tepat, karena efek atau dampak kerusakan yang ditimbulkan bisa sama parahnya seperti kebakaran besar. Sepercik api itu sangatlah kecil dan sama sekali tidak kita anggap berbahaya. Jika anda nyalakan korek, api itu sama sekali tidak akan membahayakan.

Tapi apa jadinya jika kita mulai mendekatkan itu kepada kulit ?
Atau bagaimana jika api itu kita letakkan membakar sedikit bagian hutan dan dibiarkan selama beberapa waktu ?

Dampaknya bisa sangat berat bahkan fatal. Bisa menghilangkan nyawa orang, kalaupun tidak sampai nyawa, untuk memperbaikinya bisa membutuhkan tahunan, puluhan tahun, atau malah tidak akan pernah bisa dikembalikan lagi ke kondisi semula.

Yakobus melanjutkan: "Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka. Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia, tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan." Yakobus 3 : 6 - 8

Jika Yakobus menyorot tentang kebuasan lidah, yang begitu sulit dijinakkan, tak terkuasai dan penuh racun, seperti itulah tepatnya. Kita sudah terlalu sering melihat kehancuran hubungan antar manusia, antar suku bangsa bahkan negara yang berasal dari kebuasan lidah yang tak terkendali ini, sama seperti api yang membakar dan menghancurkan.

Ironisnya, lidah sebenarnya bisa dipakai untuk memuji TUHAN, tapi lidah yang sama ini pula bisa menjadi senjata penghancur yang lebih dahsyat dari senjata termuktahir hari ini. "Dengan lidah kita memuji TUHAN, BAPA kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa ALLAH, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi." Yakobus 3 : 9 - 10

Setiap saat kita berhadapan dengan begitu banyak orang dengan tingkah, polah dan gayanya sendiri-sendiri, bahkan dikalangan keluarga atau orang-orang terdekat. Gesekan bisa terjadi kapan saja dan perselisihan pun bisa timbul. Seperti yang saya sebut tadi, penyebabnya biasanya bukanlah masalah besar tetapi dimulai dari hal-hal yang kecil atau sepele, namun kemudian meluas sehingga pada akhirnya sulit untuk dikendalikan.

Itulah sebabnya kita dianjurkan untuk bersabar dan bisa menahan diri, tidak terbujuk atau terpengaruh oleh emosi sesaat yang pada akhirnya kita sesali juga tetapi sudah terlanjur menghancurkan banyak hal. Hubungan keluarga hancur, hubungan pertemanan, hubungan bertetangga, hubungan antar manusia, dan jika ini yang terjadi, jangan pernah harapkan lagi ada perdamaian di muka bumi.

Iblis akan berusaha menghancurkan manusia, dan biasanya itu dilakukan dengan menyerang sel terkecil yaitu keluarga. Dari kehancuran keluarga, semua impian iblis bisa diwujudkan, dan ketika itu yang terjadi, maka kita sendiri yang akan menanggung kerugian besar. Tidak ada tempat bagi kebencian apalagi dendam dalam Kekristenan. Kita selalu diminta untuk mengasihi, mengerti dan mengaplikasikan bagaimana kasih KRISTUS yang tanpa batas itu untuk diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Apakah orang yang bersalah itu mau mengakui kesalahannya atau tidak, kita diminta untuk bisa memberi pengampunan. Firman TUHAN berkata: "Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni." Lukas 6 : 37

Jika itu kita terapkan, maka kita bisa berharap untuk melihat perdamaian semakin bertumbuh di dunia ini. Sayangnya kita justru sering memakai hukum sebab akibat sebagai alasan pembenaran atas permusuhan yang terjadi antara kita dengan orang lain. Kita mengira bahwa dengan mengeluarkan emosi lewat kata-kata maka kita bisa lebih tenang. Tetapi yang justru sering terjadi, lidah yang tidak terjaga akan terus membakar sehingga pada suatu ketika tidak lagi bisa dipadamkan.

Itulah sebabnya firman TUHAN berkata : "Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!" Roma 12 : 18

Ini penting karena kita sering lupa bahwa keputusan untuk berdamai atau bertikai seringkali bukan tergantung dari orang, tetapi justru berasal dari diri kita sendiri. Mungkin memang orang lain yang memulai, tetapi bukankah keputusan untuk mengampuni atau tidak itu datangnya dari diri kita sendiri ? Apa yang harus kita jaga adalah memiliki kasih dalam diri kita, dan ada elemen kecil yang seharusnya kita jaga dan perhatikan karena sering luput dari perhatian kita, yaitu lidah.

Lidah itu cuma bagian kecil dari keseluruhan tubuh kita. Bandingkan dengan tubuh kita, lidah tidak ada apa-apanya. tetapi kehancuran yang bisa ditimbulkan oleh lidah yang tidak terkawal bisa begitu hebat. Bukan saja menghancurkan diri kita, tetapi bisa berdampak jauh lebih besar daripada itu. Masa depan orang lain bahkan kelangsungan kehidupan manusia secara luas bisa berakhir hanya karena lidah yang tidak terkendali.

Sejarah mencatat banyak peristiwa yang mengubah kehidupan manusia menjadi porak poranda, dimana dibutuhkan puluhan bahkan ratusan tahun untuk bisa pulih dari kerusakan yang berawal dari lidah. Untuk itu kita perlu menyerahkan lidah kita ke dalam tangan TUHAN, mengisi hati kita sebagai sumber kehidupan dengan firman TUHAN dan menghidupi kasih secara nyata dalam diri kita. Kemampuan manusia tidak akan sanggup menguasai lidah, tetapi kita bisa belajar untuk mengandalkan TUHAN dalam mengendalikannya.

Sebuah pesan yang tidak kalah penting mungkin baik pula untuk diangkat dalam menyikapi kebuasan lidah ini. "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah." Yakobus 1 : 19

Jangan terburu-buru melempar kata-kata, apalagi dalam keadaan yang gampang tersulut emosi. Jangan sampai emosi sesaat yang terlontar lewat perkataan itu menjadi sesuatu yang kita sesali kelak, yang bisa jadi sudah terlambat untuk diperbaiki.

Sebuah "amarah manusia tidak mengajarkan kebenaran di hadapan ALLAH." Yakobus 1 : 20, Karena dampak yang ditimbulkan bisa sangat parah dimana lidah biasanya menjadi ujung tombak dalam mewakili kemarahan ini. Disamping itu peran lidah sebagai pintu keluar produk kemarahan juga menunjukkan bahwa meski kecil, organ tubuh ini benar-benar harus kita jaga baik.

Oleh karena itu, marilah kita waspadai dengan secermat-cermatnya segala sesuatu yang keluar dari mulut kita. Jangan sampai ada kutuk dalam bentuk apapun yang keluar dari mulut kita, jangan sampai lidah kita berlaku begitu bebas berlaku buas dan membunuh masa depan banyak orang.

Apa yang baik adalah mempergunakan lidah untuk memuji dan menyembah TUHAN, dan pakai pula untuk memberkati sesama. Itulah tujuan utama TUHAN memberi lidah bagi manusia selain untuk merasa. TUHAN bisa pakai lidah kita untuk menjadi terang dan garam bagi dunia, maka pergunakanlah itu sesuai dengan kehendak-NYA. Lidah yang tidak terkawal bisa menghancurkan, maka waspadai baik-baik, AMIN.


TUHAN YESUS Memberkati.

Jumat, 01 November 2013

CHRIST Adult Full In Our Lives

LUKE 2 : 11-12 - "Today has been born for you a Savior, which is Christ , the Lord , in the city of David . And this is the sign to you : You will find a baby wrapped in swaddling cloths and lying in a manger . "
Do not feel we will soon enter the month in which the Lord Jesus Christ the Redeemer of Man was born , Christmas means personally for every Christian is the birth of Jesus Christ in his life .
People who receive salvation are those who ask Jesus Christ was born on in his life , was converted in his life . Date of birth of Jesus Christ in the life of every Christian is different ; Christmas date it is personally for each person . Without the birth of Jesus Christ in his life , as a Christian confession is useless .
When a newborn in our lives , Jesus Christ is still " lying " , not working in our lives . The more dominant is our personal . LORD JESUS ​​CHRIST is merely " lying " in the ID card that includes religion : Christianity . Christian conduct that JESUS ​​CHRIST is " lying " in his life is also still tinged with lust . For instance during a fight between husband and wife , sometimes like a roll call for different types of animals into Noah's ark , of course, with loud volume and high notes .
LUKE 2 : 40 , 42 , 46-472:40 And the child grew and became strong , filled with wisdom , and the grace of GOD is HIS .2:42 When Jesus was twelve years old, they went up to Jerusalem as usual on the day of the feast .2:46 After three days they found Him in the Temple The GOD ; IA , sitting among the teachers , listening to them and asking them questions .2:47 And all who heard Him were astonished at His intelligence and answers given HIS .
The parent would want their children to experience healthy growth , both physically , intelligence , and other growth . Similarly, Christians should also monitor whether Jesus Christ grow in life . In LUKE 2 : 12 - " And this is the sign to you : You will find a baby wrapped in swaddling cloths and lying in a manger . "
JESUS ​​CHRIST is still called " Baby " while in verse 40 is called " Son " , meaning to grow . JESUS ​​CHRIST is getting bigger and his spirit grew robust (strong in spirit ) .
Have Christians monitor whether spiritual growth ?
If last year so faith , if faith grow stronger this year ?
At the age of 12 years , have begun to talk about Jesus Christ in the Word of the teachers . And all the people were astonished , amazed precisely , the intelligence of JESUS ​​CHRIST . JESUS ​​CHRIST that growth continues in our lives will make us receive accurate answers to our problems through His wisdom is infinite . His wisdom it is a mainstay of us so we do not need to rely on analyst forecasts and economic - political analyst who often misses .
Solomon , the Son of God in the Old Testament , received wisdom like the wisdom of Jesus Christ . Solomon's wisdom excelled the wisdom of the people of the east . 1 Kings 4 : 29-30 - " And GOD gave Solomon wisdom and very great understanding , as well as a broad sense as the sand on the seashore , so that Solomon's wisdom excelled the wisdom of all the children of the east and all the wisdom of the Egyptians . "
When the people who are considered wisest people of the East ; compare with the wise men from the East . Solomon's wisdom excelled the wisdom of the Egyptians also ( picture of the world ) . Ironically , many Christians are easily tricked and deceived the world .
LUKE 2 : 52 - " And Jesus increased in wisdom and growing large - HIS and HIS , and in favor with GOD and man . "
If on Luke 2 : 12 , 40 LORD JESUS ​​HIS name has not been mentioned , after the Lord Jesus grew large , His name began to be called . Meaning , Personal Jesus Christ began to appear in our lives . Christians do not need to be overacting show their Christianity , for example by praying out loud in the restaurant and at length , continuous slip the words " Shalom " , " Hallelujah " . With the growth of JESUS ​​CHRIST in our lives , private LORD JESUS ​​by itself dominant in our lives . This is what will be seen by other people around us .
Another feature of the growth of Jesus Christ in our lives is that we will increasingly favor with GOD and man . Many people who are trying to get you in the wrong way . For example , to beg in the fake love karaoke and massage parlors . Christians need to change the paradigm . Not targeting the people around him loved him ; supposed target is to grow in Jesus Christ in his life . So naturally he will be in favor with the family and the environment , especially by GOD .
LUKE 3 : 23 - " When Jesus began the work of HIS , IA was about thirty years old and supposed , IA the son of Joseph , the son of Eli . "
At the age of 30 years , the Lord Jesus begin His ministry . According to the current standards of the people of Israel , 30 years of age is the age of full adult . Proof JESUS ​​CHRIST full adult in our lives is the DIA 's work in our lives , and the " I " or ego is hidden in Christ , only Jesus Christ who appear in our lives . Prominence of the Lord Jesus in our lives will look to others without the need to wear the typical attributes of Christianity , for example, using a cross necklace or put a cross on the wall of the house . For me personally , outside or physical attributes is not important , visible from my house is not decorated cross . Which is more important to me is the attribute in my life : the real work of Christ in my life .
LUKE 4 : 14-15 - " Jesus returned in the power of the Spirit into Galilee . And the news about Him throughout the region . While the IA teaching in the synagogues there and everyone praised Him . "
Once full grown LORD JESUS ​​, HE is in the power of the Spirit . Compare the time at the age of 12 years , the Lord Jesus is still under the supervision of Joseph and Mary , still wanted by Joseph and Mary to be invited to return to Nazareth . JESUS ​​CHRIST meaning that a full adult in every step of our life is in our lives in the guidance of the Holy Spirit .
Before returning to Galilee in the power of the Spirit , the Lord Jesus was tempted by Satan in the wilderness . And JESUS ​​CHRIST victorious over all temptation . LORD JESUS ​​victory was certainly we also feel if Jesus Christ had a full adult in our lives . Like Jesus Christ , we not only have the heavenly wisdom to solve any problems that come up , but in the power of Christ we will be able to resist all the powers of darkness who often try to interfere with us .
Where the word got out about the existence of Jesus Christ , people flocked to the HIS ; LORD JESUS ​​never persuade people to come to HIM . JESUS ​​CHRIST who are mature fully in the lives of the servants of the Lord makes the church itself came to the church to enjoy the blessing of the Lord .
MATTHEW 28 : 18-19 - " Jesus came to them and said : " To - KU has been given all authority in heaven and on earth . Therefore go and make disciples of all nations , baptizing them in the name of the FATHER and SON and HOLY SPIRIT . "
Growth in the Lord Jesus in our lives who have reached full adult makes us closer to HIM . And it means we are getting closer to the blessings , security , happiness , all the answers to the most complicated problems though . The words of the Lord Jesus as we are not the words carelessly approached . LORD JESUS ​​says " To - KU has been given all authority in heaven and on earth . " LORD JESUS ​​to be in our lives is Jesus Christ who has the power , both in heaven and in earth . If so , what else should we fear in our lives ? All problems will be the tip of the nail just small . Similarly, domestic disputes to a minimum , even very rare . For it is not possible " JESUS ​​" in the fight with the wife " JESUS ​​" in her husband .
The Lord Jesus gave the great commission to the spiritually mature Christians : make others become followers of the Lord , make others accept the birth of Christ in his life . If JESUS ​​CHRIST full adult in our lives , then we are able to witness and be a witness to the Lord . A servant of the Lord told his wife that he wants to ask her husband who do not know the Lord to come to church . Just as he opened his mouth , " Pa , come on ... " her husband has gone up blood . Where is the fault of Christians who have not been able to testify ? Mistake , because JESUS ​​CHRIST immature in his life . If it is , the hardest person shall be subject to and be able to be brought to its knees to the Lord Jesus .
As a sign of a person being the disciple of the Lord Jesus was baptized . Means the person who invited Jesus Christ was born in her life to be baptized . How to baptism should follow the way of the Lord Jesus was baptized , the immersion in water . Christians are baptized without following the way of Jesus Christ , he has not been baptized the same . Actually, the Lord Jesus does not need to be baptized in the LORD JESUS ​​CHRIST is GOD alone is without sin . Lord Jesus baptized goal to set an example for us all . Christians who do not follow the example of the Lord Jesus has the power JESUS ​​impossible . After receiving Christian baptism , Father in Heaven will say , " This is my beloved , to him that I am well pleased " as the Father said to Jesus shortly after Jesus .

KRISTUS Dewasa Penuh Dalam Hidup Kita



LUKAS 2 : 11 - 12 — “ Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu KRISTUS, TUHAN, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang Bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”

Tidak terasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan dimana TUHAN YESUS KRISTUS Sang Penebus Manusia dilahirkan, Arti Natal secara pribadi bagi tiap orang Kristen adalah Kelahiran YESUS KRISTUS di dalam hidupnya.

Orang yang menerima keselamatan adalah orang yang meminta YESUS KRISTUS lahir di dalam hidupnya, mengalami pertobatan di dalam hidupnya. Tanggal kelahiran YESUS KRISTUS di dalam hidup tiap-tiap orang Kristen itu berbeda; tanggal itu merupakan Natal secara pribadi bagi tiap-tiap orang. Tanpa kelahiran YESUS KRISTUS dalam hidupnya, pengakuannya sebagai orang Kristen adalah sia-sia.

Ketika baru lahir dalam hidup kita, YESUS KRISTUS masih "terbaring", belum berkarya di dalam hidup kita. Yang lebih dominan adalah pribadi kita. TUHAN YESUS KRISTUS baru sebatas "terbaring" di KTP yang mencantumkan agama : Kristen. Tingkah laku orang Kristen yang YESUS KRISTUS masih "terbaring" di dalam hidupnya juga masih diwarnai dengan hawa nafsu. Contohnya saja saat bertengkar antara suami istri, terkadang seperti mengabsen berbagai jenis binatang untuk masuk ke dalam bahtera Nuh, tentunya dengan volume keras dan nada tinggi.

LUKAS 2 : 40, 42, 46 - 47
2:40 ANAK itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia ALLAH ada pada-NYA.
2:42 Ketika YESUS telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.
2:46 Sesudah tiga hari mereka menemukan DIA dalam BAIT ALLAH; IA sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.
2:47 Dan semua orang yang mendengar DIA sangat heran akan kecerdasan-NYA dan segala jawab yang diberikan-NYA.

Para orangtua pasti ingin anak-anaknya mengalami pertumbuhan yang sehat, baik secara fisik, kecerdasan, dan pertumbuhan lainnya. Demikian pula seharusnya orang Kristen juga memantau apakah YESUS KRISTUS bertumbuh di dalam hidupnya. Dalam LUKAS 2 : 12 — “ Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."

YESUS KRISTUS masih disebut "Bayi" sedangkan dalam ayat 40 disebut "Anak", artinya bertumbuh. YESUS KRISTUS yang bertambah besar dan ROHNYA bertambah kuat (strong in spirit).

Sudahkah orang Kristen memantau apakah pertumbuhan rohaninya ?

Bila tahun lalu imannya sekian, apakah tahun ini imannya bertambah kuat ?

Di usia 12 tahun, YESUS KRISTUS mulai berdiskusi tentang Firman di tengah alim ulama. Dan semua orang sangat heran, tepatnya takjub, atas kecerdasan YESUS KRISTUS. Pertumbuhan YESUS KRISTUS yang terus berlangsung di dalam hidup kita akan membuat kita menerima jawaban-jawaban akurat atas masalah kita melalui hikmat-NYA yang tak terbatas itu. Hikmat-NYA itu yang menjadi andalan kita sehingga kita tidak perlu mengandalkan ramalan analis-analis politik dan ekonomi yang seringkali meleset.

Salomo, seorang anak TUHAN di dalam Perjanjian Lama, menerima hikmat seperti hikmat YESUS KRISTUS. Hikmat Salomo ini melebihi hikmat bani Timur. 1 Raja-Raja 4 : 29 - 30 — “ Dan ALLAH memberikan kepada Salomo hikmat dan pengertian yang amat besar, serta akal yang luas seperti dataran pasir di tepi laut, sehingga hikmat Salomo melebihi hikmat segala bani Timur dan melebihi segala hikmat orang Mesir."

Saat itu orang yang dianggap paling berhikmat adalah orang-orang dari Timur; bandingkan dengan orang-orang majus yang berasal dari Timur. Hikmat Salomo juga melebihi hikmat orang Mesir (gambaran orang dunia). Ironisnya, banyak orang Kristen yang dengan mudah diakali dan ditipu orang dunia.

LUKAS 2 : 52 — “ Dan YESUS makin bertambah besar dan bertambah hikmat-NYA dan besar-NYA, dan makin dikasihi oleh ALLAH dan manusia."

Jika pada Lukas 2 : 12, 40 TUHAN YESUS belum disebutkan Nama-NYA, setelah TUHAN YESUS semakin bertambah besar, Nama-NYA mulai disebut. Artinya, Pribadi YESUS KRISTUS mulai nampak dalam hidup kita. Orang Kristen tidak perlu overacting menunjukkan kekristenannya, misalnya dengan berdoa keras-keras dan panjang lebar di restoran, terus menerus menyelipkan kata-kata "Shalom", "Haleluya". Dengan bertumbuhnya YESUS KRISTUS di dalam hidup kita, Pribadi TUHAN YESUS dengan sendirinya dominan di dalam hidup kita. Hal inilah yang akan dilihat oleh orang-orang lain di sekitar kita.

Ciri lainnya dari pertumbuhan YESUS KRISTUS dalam hidup kita adalah kita akan semakin dikasihi ALLAH dan manusia. Banyak orang yang yang berusaha mendapatkan kasih dengan cara yang salah. Contohnya, mengemis kasih palsu di karaoke dan panti pijat. Orang Kristen perlu mengubah paradigmanya. Bukan mentargetkan orang-orang di sekelilingnya mengasihi dia; seharusnya targetnya adalah YESUS KRISTUS bertumbuh di dalam hidupnya. Maka dengan sendirinya dia akan makin dikasihi keluarga dan lingkungan, terlebih lagi oleh ALLAH.

LUKAS 3 : 23 — “ Ketika YESUS memulai pekerjaan-NYA, IA berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, IA adalah anak Yusuf, anak Eli."

Di usia 30 tahun, TUHAN YESUS memulai pelayanan-NYA. Menurut standar orang Israel saat itu, usia 30 tahun merupakan usia dewasa penuh. Bukti YESUS KRISTUS dewasa penuh di dalam hidup kita adalah DIA berkarya di dalam hidup kita, dan "aku" atau ego kita tersembunyi di dalam KRISTUS, hanya YESUS KRISTUS yang nampak dalam hidup kita. Menonjolnya TUHAN YESUS dalam hidup kita akan terlihat bagi orang lain tanpa perlu kita memakai atribut khas kekristenan, misalnya menggunakan kalung salib atau menempelkan salib di dinding rumah. Bagi saya pribadi, atribut luar atau fisik bukan hal yang penting, terlihat dari rumah saya yang tidak dihiasi salib. Yang lebih penting bagi saya adalah atribut dalam hidup saya: karya KRISTUS yang nyata dalam hidup saya.

LUKAS 4 : 14 - 15 — “ Dalam kuasa ROH kembalilah YESUS ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang DIA di seluruh daerah itu. Sementara itu IA mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji DIA."

Setelah TUHAN YESUS dewasa penuh, DIA ada di dalam kuasa ROH. Bandingkan saat di usia 12 tahun, TUHAN YESUS masih berada di bawah pengawasan Yusuf dan Maria, masih dicari oleh Yusuf dan Maria untuk diajak pulang ke Nazaret. Makna YESUS KRISTUS yang dewasa penuh di dalam hidup kita adalah setiap langkah di dalam hidup kita di dalam tuntunan ROH KUDUS.

Sebelum kembali ke Galilea dalam kuasa ROH, TUHAN YESUS dicobai oleh setan di padang gurun. Dan YESUS KRISTUS menang atas segala pencobaan. Kemenangan TUHAN YESUS itu pasti juga kita rasakan jika YESUS KRISTUS telah dewasa penuh di dalam hidup kita. Seperti YESUS KRISTUS, kita bukan saja memiliki hikmat Sorgawi untuk menyelesaikan setiap masalah yang datang, namun di dalam kuasa KRISTUS kita akan mampu melawan semua kuasa gelap yang seringkali mencoba mengganggu kita.

Di mana tersiar kabar tentang keberadaan YESUS KRISTUS, orang-orang berduyun-duyun datang kepada-NYA; TUHAN YESUS tidak pernah membujuk orang untuk datang kepada-NYA. YESUS KRISTUS yang telah dewasa penuh dalam kehidupan para hamba TUHAN membuat jemaat dengan sendirinya datang ke gereja untuk menikmati berkat TUHAN.

MATIUS 28 : 18 - 19 — “ YESUS mendekati mereka dan berkata: "Kepada-KU telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-KU dan baptislah mereka dalam nama BAPA dan ANAK dan ROH KUDUS."

Pertumbuhan TUHAN YESUS di dalam hidup kita yang telah sampai dewasa penuh membuat DIA semakin dekat dengan kita. Dan hal tersebut berarti kita semakin dekat dengan berkat, rasa aman, kebahagiaan, jawaban atas segala masalah yang paling pelik sekalipun. Perkataan TUHAN YESUS saat mendekati kita bukan perkataan sembarangan. TUHAN YESUS mengatakan "Kepada-KU telah diberikan segala kuasa di Sorga dan di bumi." TUHAN YESUS yang berada di dalam hidup kita adalah YESUS KRISTUS yang memiliki kuasa, baik di Sorga maupun di bumi. Jika demikian, apa lagi yang perlu kita takuti dalam hidup kita ini ? Semua masalah akan menjadi seujung kuku saja kecilnya. Demikian pula pertikaian dalam rumah tangga menjadi minimal, bahkan sangat jarang terjadi. Sebab tidak mungkin "YESUS" di dalam istri bertengkar dengan "YESUS" di dalam suami.

TUHAN YESUS memberikan amanat agung kepada orang Kristen yang sudah dewasa rohani: menjadikan orang lain menjadi murid TUHAN, membuat orang lain menerima kelahiran KRISTUS di dalam hidupnya. Jika YESUS KRISTUS dewasa penuh dalam hidup kita, barulah kita mampu bersaksi dan menjadi saksi TUHAN. Seorang istri bercerita kepada hamba TUHAN bahwa dia ingin mengajak suaminya yang belum kenal TUHAN untuk ikut ke gereja. Baru saja dia membuka mulutnya, "Pa, ayo..." suaminya sudah naik darah. Di mana letak kesalahan orang Kristen yang belum mampu bersaksi ? Kesalahannya, karena YESUS KRISTUS belum dewasa dalam hidupnya. Jika sudah, orang yang paling keras sekalipun akan tunduk dan mampu dibawa bertekuk lutut kepada TUHAN YESUS.

Sebagai tanda seseorang menjadi murid TUHAN YESUS yaitu orang itu menerima baptisan. Berarti orang yang mengundang YESUS KRISTUS lahir dalam hidupnya harus dibaptis. Cara baptisannya juga harus mengikuti cara TUHAN YESUS dibaptis, yaitu diselam dalam air. Orang Kristen yang dibaptis tanpa mengikuti cara YESUS KRISTUS, dia sama saja belum dibaptis. Sebenarnya TUHAN YESUS tidak perlu dibaptis karena TUHAN YESUS KRISTUS ialah ALLAH sendiri yang tidak berbuat dosa. Tujuan TUHAN YESUS dibaptis untuk memberi teladan bagi kita semua. Orang Kristen yang tidak mengikuti teladan TUHAN YESUS mustahil memiliki kuasa YESUS. Setelah orang Kristen menerima baptisan, BAPA di Sorga akan mengatakan, "Inilah anak-KU yang KU-kasihi, kepadanyalah AKU berkenan" seperti yang dikatakan BAPA kepada YESUS sesaat setelah YESUS